Bahwa status Riwayat Sejarah Pemerintahan Desa Karangtengah Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, mulai berdiri pada waktu Zaman Pemerintahan Belanda sekitar Tahun 1920, berdasarkan keterangan seorang Tokoh masyarakat Desa Karangtengah yaitu Pak Bahri dan menurut keterangan Beliau, bahwa nama Desa Karangtengah tidak mengambil dari masalah Simbul ataupun Asal-usul suatu kejadian atau yang lainnya, nama Pemerintahan Desa Karangtengah langsung dipakai menjadi sebuah nama Desa.
Nama orang yang pernah memegang jabatan selaku figur pimpinan Desa Karangtengah yaitu Lurah Satjadirdja / Lurah Kumetir istilah tempo dulu waktu Pemerintahan Hindia Belanda, mulai memegang sebagai Kepala Desa Karangtengah selama Kurang lebih 10 Tahun yaitu pada Tahun 1920 sampai dengan Tahun 1930. Setelah Lurah Kumetir / Lurah Satjadirdja meninggal, maka Jabatan Kepala Desa Karangtengah dipegang oleh Lurah Obir asal Kp.Balong Kurang lebih mamangku Jabatan selama 3 Tahun dan selanjutnya Jabatan Kepala Desa dipegang oleh Lurah Sadjim sampai pada Pemerintahan Jepang yaitu pada tahun 1940, pada waktu itu yang memegang Juru Tulis 1 Sebutan sekarang Sekretrais Desa adalah Karta Pradja yaitu anaknya Lurah Sadjim.
Setelah Lurah Sadjim Meninggal, yang menggantikan beliau adalah anaknya sendiri yaitu Lurah Karta Pradja yang memegang tambuk Kepala Desa Karangtengah selama Kurang lebih 35 tahun sampai tahun 1962, yang pada tahun itu Lurah Karta Praja sering sakit-sakitan dan akhirnya Jabatan Kapala Desa Karantengah dijabat dulu oleh Pak Moch Tohir yang sebelumnya menjabat sebagai Juru Tulis. Pak Tohir menjabat Kepala Desa selama 5 Tahun yaitu dari Tahun 1962 S/d Tahun 1967. Pada Tahun 1967 dibentuklah Panitia Pemilihan Kepala Desa yang pada akhirnya Pemilihan Kepala Desa Tahun 1967 itu Gagal karena tidak ada yang menang ( Kalah oleh Balangko,Bungbung kosong istilahnya ), untuk sementara Jabatan Kepala Desa dipegang oleh Pak Sulaeman dijabat selama 6 Bulan kemudian dibentuk kembali Panitia Pemilihan Kepala Desa untuk menentukan Kepala Desa Karangtengah yang baru, yang akhirnya terpilihlah Pak Lurah Endung sebagai Kepala Desa Karangtengah yang Sah sampai akhir tahun 1980.
Catatan sejarah Desa Karangtengah menerangkan bahwa Penduduk asli Kp.Karangtengah mempunyai Ciri yaitu dipunggungnya ada tanda Lahir (Karang). Sumber-sumber pendapatan desa diantaranya adalah Tanah Bengkok (Tanah carik).
Kepala Desa Karangtengah Pada Zaman penjajahan Belanda adalah :
1. Satjadirdja Lurah Kumetir (1920 –1930),
2. O b i r (1930 – 1940),
Kepala Desa Karangtengah Pasca kemerdekaan adalah :
3. Lurah Sadjim ( 1940 – 1962 ),
4. Lurah Karta Pradja,
5. Moch Tohir,
6. Lurah Endung,
7. Pjs S.Sopandi,
8. Pjs Umaran Nurmansyah,
9. Rustandi Supriyadi ( 1985 – 1994 )
Kepala Desa Karangtengah setelah Orde Baru (Reformasi) adalah :
10. Rustandi Supriyadi ( 1994 – 2003 ),
11. D.Syarif Gunawan ( Tahun 2003 – 2008 ),
12. Aang Nazarudin,S.Sos ( Tahun 2008 – 2014 )
13. Didin Haerudin ( Tahun 2014 -2021),
14. Aang Nazarudin,S.Sos ( Tahun 2021- sekarang )
Kebudayaan Masyarakat Desa Karangtengah yang ada sejak zaman dulu diantaranya : Tradisi Ngaruat lembur, Tradisi Ziarah, Tradisi Hajat Tujuh Bulan, Tradisi Numbal Bumi, dan lain-lain.
Di Desa Karangtengah ada hal yang menjadi sangat terkenal dan menjadi ciri khas yaitu makanan tradisional Burayot dan Kue Sagon.
Wilayah Desa Karangtengah terangkum dalam wilayah Kecamatan Kadungora. Pada tahun 1981 Desa Karangtengah dimekarkan menjadi Desa Karangtengah dan Desa Karangmulya mengingat jumlah penduduk dan luas wilayah geografis sudah cukup memenuhi persyaratan untuk dapat dimekarkan.